Kamis, 04 Juli 2013

Ghibah

Saudaraku, tanpa terasa Ramadhan sudah kembali datang menghampiri kita. Berbagai tanggapan muncul dalam hati kaum muslimin. Ada yang merasa terbebani, karena dia akan tersiksa karena dia tidak lagi bisa mengumbar nafsunya. Ada yang merasa biasa-biasa aja, karena dia tidak begitu mempedulikan apa yang akan terjadi di bulan suci, karena dia tidak akan membiarkan nafsunya terkekang karena puasa. Dan ada juga sangat bahagia atas kedatangan bulan suci Ramadhan, karena dia akan bisa meningkatkan ibadahnya dan minta ampun atas semua dosa-dosanya, seolah-olah surga telah menghampirinya. Begitu banyak suasana hati kaum muslimin dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Tapi yakinlah dengan rasa bahagialah kita akan memperoleh keuntungan yang tidak bisa di nilai dengan rupiah dan dihargai dengan intan berlian. Begitu besar pahala yang akan kita peroleh dengan hanya merasa bahagia akan kedatangan bulan suci Ramadhan.
Saudaraku, marilah kita gunakan kesempatan yang mungkin kita tidak akan menemukan di tahun depan. Saudaraku, menahan lapar dan haus hampir semua muslim yang telah balikh berhasil menaklukkan rasa lapar. Namun gagal berantakan dengan hal ghibah. Ghibah adalah membicarakan kebaikan atau keburukan orang saudara kita, bilamana dia mendengar apa yang kita bicarakan dia merasa tersinggung atau merasa tidak senang. Saudaraku, apakah kita tidak mempunyai kata-kata yang patut kita bicarakan yang akan memberikan 2 keuntungan untuk kita. Yaitu keuntungan di dunia dan keuntungan di akhirat. Perlu kita sadari Saudaraku, kita boleh melakukan ghibah, jika kita sanggup memakan daging saudara kita. Selain itu

Kamis, 04 April 2013

Jika membangun bangunan
Kalau dilihat dari susunan Laillahhaillah ini susunannya
la itu meniadakan sesuatu selain ilah,,,
Kalaimat laillahhaillallah ibaratkan kita menanam padi. Sebelum padi ditanam lahan dibersihkan dari gulma, jika tidak dibersihkan maka hasil kurang memuaskan. La itu tidak kita bersihkan ilah-ilah selain Allah maka kita tidak akan menghasilkan kemurnian akhlak yang sempurna. Ilah-ilah yang lain itu kita tiadakan maka kita Surat Ibrahim ayat ke 24 yang artinya"PTidakkah kamu memperhatikan kalimat yang baik, perumpamaan seperti pohon ya ng. Jika ingin menghasilkan . Ilah yang selainnya . Keimanan kita merupakan hasil dari. Laill... kita meniadakan sesuatu . Jadi kalau misalnya pondasi atau akarnya buruk maka kekuatannya akan lemah. 

Rabu, 13 Februari 2013

Tauhid

Islam itu ibaratkan sebatang pohon yang memiliki akar yang kuat dan memiliki batang yang menjulang tinggi dan memiliki dahan yang memiliki banyak buah. Dan sebagian hadis mengibaratkan islam itu bagaikan sebuah bangunan yang kokoh. Setiap bangunan pasti memiliki pondasi dan tongak atau penyangga serta memiliki atap.
Nah saudaraku marilah kita pelajari satu persatu bagian-bagian dari bangunan itu. Pertama pondasi, pondasi dalam islam itu adalah Tauhid. Tauhid itu terdiri dari kalimat syahadat, rukun iman, rukun islam. Rasulullah tidak langsung memperkenalkan shalat, puasa, zakat, haji, dan amaliah lainnya namun rasulullah mengajarkan kepada umatnya tentang tauhid terlebih dahulu. Karena jika pondasi kuat maka bangunan yang lainnya akan ikut kuat begitu juga sebaliknya. Jadi kita harus memperkuat tauhid dahulu baru kita pelajari amalan-amalan lainnya. Lebih kurang 10 tahun Rasulullah menanamkan tauhid kepada umatnya. 
Tauhid itu sendiri memiliki dimensi-dimensi
  1. Kesatuan niat .
Surat Az-Zumar ayat  11 yang artinya “Katakanlah; “Sesungguhnya kau diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan kataatan pada-Nya dalam (menjlankan) agama”
Surat Az-Zumar ayat 12 yang artinya “Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertma-tama berserah diri”
Dalam dimensi kesatuan niat ini kita harus menyatukan niat kita menyembah Allah penuh keikhlasan. Ikhlas ini tidak dapat kita dapatkan secara instan namun kita dapatkan melalui pelatihan secara terus menerus. Misal kita ingin bersedekah, untuk sedekah pertama kali kita tentu memiliki rasa ingin dipuji oleh mertua, sahabat dan lainnya. Namun jika sedekah itu kita lakukan secara terus menerus, tentu terpikir bagi kita, buat apa saya sedekah kalau hanya menginginkan pujian, apa keuntungan yang saya peroleh. Nah kemudian baru keikhlasan itu akan mulai berakar dalam kehidupan kita.
  1. Kesatuan akhlak.
Surat Al-Baqarah ayat 163 yang artinya “Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; ttdak ada Tuhan (yang hak disembah) melainkan Dia, yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
Surat Al-Ikhlash ayat 1 yang artinya “Katakanlah;”Dialah Allah, Yang Maha Esa”
Dalam dimensi kesatuan akhlak ini kita harus menyatukan sikap kita hanya  Allah saja lah yang pantas kita jadikan ilah atau sembahan dan menjadikan Allah satu-satunya segala sesuatu baik dalam hal meminta, memohon dan lain-lain.Pernah dilakukan oelh Nabi Ibrahim tatkala mencari Tuhan. Pertama beliau mengira bahwa matharilah yang pantas dijadikan Tuhan, karena dia memiliki cahaya yang menyinari bumi, ternyata matahari itu tidak selamanya bersinar ketika malam tiba dia akan menghilang.Kemudian Nabi Ibrahmi mengira bahwa bulanlah yang pantas dijadikan Tuhan namun bulanpun hilang dalam beberapa waktu.Maka Nabi Ibrahimpun tidak meyakini bahwa bulan pantas dijadikan sembahan.
  1. Kesatuan pola fikir
Surat Al-An’am ayat 153 yang artinya “dan bahwa (yang kami perintahkan) ini adalah jaln-Ku yang lurus, maka ikuitlah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa”
  1. Kesatuan umat.
Surat Al-Anbiyaa’ ayat 32 “Maka Kami memperkenankan do’anya dan Kami anugrahkan kepadanya Yahya dan kami jadikan istrinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka dalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami”
Dari garis keturunan senantiasa melakukan kebaikan  dan memperjungkan agama Allah
  1. Kesatuan gerak
Surat Ali-Imran ayat 2 yang artinya “Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya”
Allah itu menyukai amalan yang dilakukan secara istiqamah atau terus menerus. Hal ini dibuktikan oleh Allah melalui Rasulnya Muhammad. Suatu ketika Rasulullah bercerita tentang seorang penduduk surga. Rasulullah berkata kepada sahabat-sahabatnya ketika mereka berada dalam mesjid. Wahai sahabatku, akan datang seorang penduduk surga. Kemudian para shabat penasaran menunggu siapa yang dimaksud Rasulullah tersebut. Tidak lama kemudian datanglah seorang laki-laki, seperti kebanyakan para sahabat setelah mengucapkan salam dia mengerjakan shalat dua rakaat lalu meminta izin untuk meninggalkan sahabat. Kemudian sahabat tetap menunggu siapa gerangan yang dikatakan ahli surga tersebut. Namun tidak ada lagi orang yang memasuki mesjid tersebut. Dengan nada sedikit tidak percaya sahabat bertanya, apa laki-laki yang shalat dua rakaat tadi yang engaku katakana penduduk surge wahai Rasul. Rasulpun menjawab, Betul. Kemudian bertambahlah rasa penasaran sahabat, setelah meminta izin kepada Rasulullah pergilah sahabat itu menemui laki-laki tersebut dan minta izin agar dia diperbolehkan bertamu selama tiga hari. Sahabat tersebut terus memperhatikan laki-laki tersebut, namun dia tidak melihat amalan yang istimewa dari laki-laki itu. Setelah habis masa bertamunya, sahabat itu pun bertanya kepada laki-laki tersebut. Rasul mengatakan bahwa engkau adalah ahli surga, apakah amalanmu yang istimewa sehingga rasul mengatakan demikian. Laki-laki itu menjawab, tidak ada amalanku yang istimewa. Sahabat bertanya lagi. Amalan apa yang engakau lakukan secara istiqamah, Laki-laki itu menjawab, sebelum tidur akan meminta ampun kepada Allah, dan memaafkan semua kesalahan yang dilakukan oleh siapun terhadap  saya. Kemudian sahabat meminta izin untuk pulang, dan sahabatpun kembali menemui Rasulullah, dan berkata wahai Rasul tidak ada amalannya yang istimewa Cuma dia meminta ampun dan memaafkan kesalahan yang dilakukan siapapun terhadapnya. Maka Rasul menjawab, amalan itulah yang membuat dia ahli surga.
Kisah yang lain, Rasulullah bertanya kepada bilal, wahai bilal apa amalnmu sehingga aku mendengar langkah kakimu disurga, bilal menjawab tidak ada amalnku yang istimewa whai Rasul.Kemudian Rasul bertanya lagi, amalan apa yang engkau lakukan secara istiqamah. Bilal menjawab, aku senantiasa berwuduk jika seandainya wudhukku batal, walaupun saya tidak akan melaksanakan shalat. Rasul berkata amalan itulah yang membuat kamu penduduk surga.

Jumat, 11 Januari 2013

Hal sepele yang sering diremehkan

Assalamu'alaikum wr.wb
Saudaraku hari ini Sabtu tanggal 01 Januari 2013
Saudaraku kita diciptakan oleh Allah dalam goongan-golongan, ada golongan manusia, golongan jin, iblis dan golongan hewan serta tumbuhan. Allah menciptakan itu, tentu sudah mempertimbangkan dengan seksama. Allah tidak menciptakan manusia hanya satu orang saja, adam misalnya, namun Allah menciptakan manusia berkembang biak dari satu menjadi dua, dari dua menjadi tiga dan seterusnya. Coba kita bayangkan jika seandainya kita dihidupkan seorang diri, apa yang bisa kita lakukan di dunia ini.
Saudaraku, mari kita merenunga sejenak. Allah menciptakan kita bersuku-suku, berangsa-bangsa. Kita hidup berdampingan. Setiap manusia memiliki watak dan pikiran yang berbeda satu sama lainnya. Sehingga kita harus bisa menyesuaikan diri antara yang satu dengan yang lain. Jika tidak demikian kita akan dikucilkan oleh saudara-saudara kita yang lain.
Saudaraku yang menjadi pokok permasalahan yang akan penulis bahas adalah lapangkanlah kehidupan saudaramu, niscaya kamu akan dilapangkan Allah. Nah, maksud lapangkan adalah memberi ruang kepada yang lagi dalam kesempitan. Misal, kita duduk di masjid untuk melaksanakan shalat jum'at, kebetulan kita berada di shaf terakhir, karena shaf di depan sudah pada penuh. Shaf di belakangpun tinggal buat kita doang. Taka lama kemudian datang seorang jamaah lagi, karena ingat akan kata-kata Allah tadi siapa yang melapangakan kehidupan saudaranya maka Allah akan melapangkan kehipannya. Sehingga kita maju sedikit kedepan agar orang yang baru datang tersebut mendapat tempat. Ini adalah salah satu contoh melapangkan.

Kamis, 10 Januari 2013

doa pasti dikabulkan

Assalamu'ailaikum wr.wb
Saudaraku, hidup terus berjalan dengan segudang permasalahan selalu setia menunggu kedatangan kita, setelah menyelesaikan suatu masalah akan datang masalah lainnya. Ini berlangsung tanpa ada suatu jeda yang panjang. Terkadang masalah itu bisa dituntaskan dengan sangat mudah, terkadang masalah itu tidak bisa diselesaikan dengan satu kedip saja, sehingga kita harus memikirkan siang dan malam. Tidur terasa tidak nyenyak, makan tidak, sini salah, sana salah, anak salah, istri salah mertua pun ikut salah. Kata-kata yang sering terungkap dari bibir kita adalah "saya lagi banyak masalah". Saudara secara guyon kita tanggapi perkataan itu. "Kalau ngak pengen punya masalah, ginap ke balik papan aja, alias liang kubur".
Saudaraku semua masalah yang kita hadapi itu, sudah di takar oleh Allah, bahwasanya kita mampu menyelesaikannya, karena Allah tidak mungkin mengasih masalah jika makhluknya tidak mampu menuntaskannya. Point pertama ini perlu direnungkan, point kedua, kita mempunyai banyak masalah kenapa harus kita tanggung sendiri, dibagi dong sama orang yang kita yakini bisa sedikit meringankan masalah kita. Jika seandainya  2 point diatas tidak sanggup menyelesaikan permasalahan kita, kenapa tidak kita gunakan point yang ke tiga, yang merupakan point yang paling ampuh yaitu do'a. Allah mengatakan, kira-kira maksudnya begini. "Berdoalah kepadaku niscaya ku kabulkan, dirikanlah shalat, dan bersabarlah" (maaf kalau ada kesalahan itu merupakan ke kelemahan penulis)